Huhuhu... tega sekali. Aku ditinggalkan begitu saja di laci. Aku jadi kotor dan bau. Untung ada anak baik yang mau merawatku. Teman, kotak makan kalian juga perlu dirawat, lho. Kalau belum tahu car…
Dadan, si kertas undangan, tidak mau dibuang begitu saja setelah selesai dibaca. Dia ingin berguna lagi bagi manusia. Aha! Ibu Bian ternyata punya ide untuk memanfaatkan Dadan lagi. Berkat ide Ibu,…
Dodot, si sedotan plastik, ingin segera bertugas. Tapi, banyak teman Dodot di warung yang dibuang begitu saja setelah digunakan. Untunglah ada Dimas, si pelanggan baru. Dimas tidak membuang Dodot s…
Duh, kertas-kertas gambar milik Riska begitu berantakan. Untunglah, ada Kelip, si penjepit kertas. Bersama Riska, Kelip melakukan tugasnya merapikan kertas-kertas yang berserakan. Selesai Kelip men…
Ups! Kanju, si kancing baju, lepas dari baju seragam Nafis. Dia jatuh dan menggelinding ke bawah lemari. Tanpa Kanju, baju seragam nafis tampak tidak rapi. Nafis pun berusaha mencari-cari Kanju. Da…
Kubangan lumpur? Aha! Ini saatku untuk balas dendam! Enak saja Biru membiarkanku kotor dan bau. Aku kan, seharusnya dirawat. Teman, mau tahu cara merawat sepatu kalian? Yuk, baca cerita ini sampai …
Tahukah kalian kalau Ibu menggendongku di dalam mulutnya? Ibu tentu tak akan menggigit kami. Ibu selalu melindungi kami, bahkan dari binatang pemangsa yang galak. Yuk, ikuti petualanganku bersama i…
Kalian pasti sudah sering melihatku. Tapi, sudahkah kalian tahu ceritaku? Aku juga punya petualangan, lho. Yuk, ikuti ceritaku. Kalian akan tahu bagaimana aku lahir, makan, bermain, juga menghindar…
Tahukah kalian kalau aku tinggal bersama keluarga besarku? Sebab, para bibi membantu Ibu mengasuhku. Sepupu-sepupuku juga tinggal bersamaku. Ramai, deh. Mereka semua membantu dan melindungiku. Meli…
Kalian pasti gemas, kan, kalau melihatku? Tahukah kalau saat lahir, aku buta dan tuli? Tapi, pelan-pelan aku bisa melihat, mendengar, dan bermain! Aku suka sekali bermain bersama saudara-saudaraku.…