Hah? Si Kanan mengajakku bersembunyi? Oke. Aku mau. Lagi pula aku sudah bosan dengan cara Sania memperlakukan kami berdua. Mau tahu bagaimana seharusnya memperlakukan kami, para kaus kaki? Baca buk…
Kalian tahu rasanya disimpan di gudang? Menyedihkan! Udaranya pengap, banyak sarang laba-laba pula. Sebagai mainan, aku paling suka dimainkan dan, tentu saja, dirawat. Yuk, cari tahu cara merawat m…
Tidaak! Aku terjebak di bawah meja. Sedihnya, ada banyak alat tulis lain. Tapi, Alma sama sekali tidak peduli. Aha! Aku punya ide agar Alma memperhatikan kami. Penasaran dengan ideku? Yuk, cari tah…
Tidaaak! Ada robekan besar di tubuhku. Ini semua salah Bagas. Seenaknya saja memainkanku! Sekarang rasakan! Aku jadi tidak bisa dipakai, kan. Andai Bagas merawatku, tentu aku akan awet. Teman, yuk,…
Sungguh ceroboh! Bagaimana bisa aku sampai tersiram kuah kolak? Badanku lengket. Sebentar lagi pasti semut-semut akan mengerubungiku. Aku, kan, seharusnya dirawat dan disimpan baik-baik. Kawan, ayo…
Dibiarkan kehujanan, ditinggal begitu saja di depan rumah, pantas saja aku hampir dicuri orang. Aku, kan, juga ingin dirawat dan disayangi seperti sepeda yang lain. Teman, yuk cari tahu cara merawa…
Huhuhu... tega sekali. Aku ditinggalkan begitu saja di laci. Aku jadi kotor dan bau. Untung ada anak baik yang mau merawatku. Teman, kotak makan kalian juga perlu dirawat, lho. Kalau belum tahu car…
Dadan, si kertas undangan, tidak mau dibuang begitu saja setelah selesai dibaca. Dia ingin berguna lagi bagi manusia. Aha! Ibu Bian ternyata punya ide untuk memanfaatkan Dadan lagi. Berkat ide Ibu,…
Dodot, si sedotan plastik, ingin segera bertugas. Tapi, banyak teman Dodot di warung yang dibuang begitu saja setelah digunakan. Untunglah ada Dimas, si pelanggan baru. Dimas tidak membuang Dodot s…
Duh, kertas-kertas gambar milik Riska begitu berantakan. Untunglah, ada Kelip, si penjepit kertas. Bersama Riska, Kelip melakukan tugasnya merapikan kertas-kertas yang berserakan. Selesai Kelip men…