Woni, si plastik pembungkus snack, sedih sekali. Seorang anak baru saja membuangnya begitu saja di jalan. Padahal, sampah-sampah yang dibuang sembarangan bisa menyebabkan banjir, lho. Bagaimana hal…
Di dapur Bunda Tia ada Boca, si botol kecap, Boas, si botol saus, dan Bosi, si botol sirop. Isi Boca yang paling cepat habis. Namun, Bunda Tia tidak membuangnya ke tempat sampah. Bunda Tia membawan…
Pinpin, si kaus berwarna pink, merasa bahagia. Seorang anak di tempat pengungsian menggunakannya lagi. Namun, saat kainnya sobek, Pinpin ditinggalkan begitu saja. Suatu saat, si anak mengambil dan …
Hanif dan keluarga mengunjungi Nenek di desa. Saat asyik berjalan-jalan, ia melihat sebuah kereta uap yang unik. Wah, pasti seru menjadi sebuah kereta, khayal Hanif. Ia juga membayangkan dirinya me…
Setelah tidak terpaki, Dapi, si daun pisang, akan menjadi sampah. Itulah yang membuatnya sedih. Sebab, sampah selalu membuat kotor dan tidak berguna, begitu pikirnya. Namun, hari ini terasa berbeda…
Huh! Lagi-lagi Botik, si botol plastik, dibuat kesal. Setelah isinya habis, seseorang melemparkannya begitu saja ke pantai. Botik terbawa ombak dan sampai di lautan. Botik pun menjadi sampah yang m…
Onis, si kaleng susu, sedang cemas. Ia pasti akan dibuang begitu saja sehabis digunakan. Ups, ternyata tidak. Si ibu yang membelinya mencuci Onis sampai bersih. Si ibu dan anaknya, Kiara, akan memb…
Lagi-lagi Egi berbuat usil pada binatang. Hani tak suka, tapi ia takut dipelototi Egi. Hani harus bagaimana?
Alvin sakit perut. Tersiar kabar, donat jeli buatan Bu Siti penyebabnya. Danu tak mau percaya begitu saja. Yuk, ikut Danu menyelidiki kebenarannya!
Duh, tugas menulis puisi membuat Lusi pening. Kata Wina, salin saja puisi dari majalah. Lusi mengerutkan kening. Menyalin dari majalah, bolehkah?